BERASA PEMBALAP DI JALANAN KOTA
By Isfandiari MD

Speed junkie doyan ngebut berkhayal jadi pembalap sirkuit. Ini jadi tren two wheeler Inggris kota London tahun 60-an. Itulah muasal cafe racer, hang out di lokasi namanya Ace Café. Kalau jenengan ada waktu dan pergi ke London,carilah, café ini masih ada sampai sekarang.

Motor tunggangan kudu menyesuaikan. Kalau aliran choppers duduk belagu santai, drop seat setang melengkung, aliran ini kebalikannya. Murni bentukan motor balap, simpel, riding position nunduk. Artinya setang sejajar atau malah dibawah tangki. Makin ringkas, setang cuma batang pendek yang nempel di sok depan. Tak sampai disitu, fesyen juga mengikuti. Jaket ketat, gogle, snoppy head, helm disamakan pembalap sirkuit beneran di jamannya.Polah ridernya juga stylish!Jadi maklum, cewek-cewek kagum dan ingin punya gebetan para speedjunkie ini. So jadilah budaya balap jalanan kafe ke kafe disebut- Trend ini lantas menyebar seantero dunia.
Rata-rata nyemplak lansiran Inggris karakter kencang. Apa lagi kalau bukan Triumph, BSA, AJS, Norton dan lainnya. Ini benar-benar ajang gengsi buat mereka. Motor diulik makin kencang dan bisa ‘terbang’ di kecepatan 120 km-jam lebih. Kalau mereka sanggup menggeber ki kecepatan itu, para rider layaj masuk komunitas atau klub berjuluk The Ton Up Club. Bisa ditebak, pabrikan Inggris jaman itu kebanjiran rejeki! Mereka ramai-ramai produksi part up grade supaya tunggangan paera café racer mania makin kencang. Soal tampilan jelas kentara. Adas beberapa patokan yang merka anit. Setang pakai jepit alias clip on bars, knalpot panjang-swept back pipes, jok tunggal ala racer, karburator ukuran gede dan tangki ringan berbahan aluminium atau fiberglass.
Tentu tak Cuma itu, desain café racer pastinya simpel dan membuang berbagai variasi yang nggak perlu. Ergonominya bertolak belakang dari chopper yang nyantai. Kalo chopper dibuat agar riding tahan riding lama menempuh perjalanan panjang, café racer sebaliknya. Riding position dibuat siaga, jaug dari rileks, posisi jadi nunduk ke depan untuk balapan. Sama sekali nggak nyaman! Beberapa yang lebih serius, mendandani café racernya dengan fairing depan persis macam motor balap beneran.
Oh ya motor paling legendaris di era itu adalah gabungan antara Triumph dan Norton berjuluk Triton. Framenya ngambil dari Norton sedang mesin mencaplok Triumph Bonnenville. Bagi mereka ini motor yang istimewa, handling enak dan motor kencang. Saingannya bernama Tribsa, gabungan mesin Triumph dan frame BSA datau satu lagi bernama Norvin yang pede kapai mesin Vincent dengan frame Norton. Busyet!
