By Isfandiari MD
Kisah para pemberontak jalanan selalu berhasil membius kawula muda dari era 70 hingga 80-an. Si urakan Marlon Brando dalam The Wild One benar-benar digandrungi banyak orang. Ditemani gengnya, mereka tak lebih dari biang kerok tukang bikin onar yang merajai jalanan serta sudut-sudut kota dengan motor keren mereka.
Atau bintang lain semisal si supercool James Dean dan Steve McQueen, yang juga sering didampingi kendaraan roda dua ikonik. Film The Great Escape yang dibintangi Steve McQueen pada tahun 1963, misalnya, sangat inspiratif. Mereka semua tampil berkarakter bad boys dan sukses mewakili impian generasi seযুamannya.
Booming gaya hidup bikers ini tidak berhenti di situ saja, melainkan berlanjut lewat film Easy Rider yang dibintangi Peter Fonda. Sosok outlaws yang berkelana membelah jalanan eksotis di Amerika, melintasi Route 66 dan sekitarnya, membuat desain old school choppers menjadi tren di mana-mana. Singkatnya, era 70 dan 80-an adalah masa kejayaan motorcycle club serta gangster ala film-film Hollywood.
Masuk awal dekade 90-an, kondisi ekonomi Indonesia perlahan membaik. Para pria dari generasi kelahiran tahun 70-an mulai beranjak dewasa dan berupaya meniru subkultur budaya barat sebagai bentuk identitas diri. Lifestyle ala bikers pun tetap melekat sangat kuat. Film seperti Stone Cold atau Fixing The Shadow yang bertema geng buas sangat digandrungi para bikers Indonesia kelahiran 70-an.
Tidak hanya itu, film percintaan-drama yang memukau juga kerap menyajikan sosok bikers dalam berbagai adegan Hollywood. An Officer and a Gentleman yang dibintangi Richard Gere, sebagai salah satu sampel nyata, cukup membius penonton ketika sang aktor dengan penuh percaya diri ditemani motor Triumph Bonneville dalam beberapa adegan.
Dunia musik pun mengalami gelombang yang serupa. Habitat musik hard rock dan heavy metal di awal 90-an tentu menjadi aliran yang sangat digandrungi anak muda kala itu. Gaya hidup Motley Crue banyak ditiru: kelakuan “minus”, tato di sekujur tubuh, hingga kesukaan dalam level fanatik pada motor-motor eksotis. Para musisi urakan ini memperlakukan motor keren sebagai daily rider sekaligus hiasan di atas panggung. Grup cadas Judas Priest dalam videoclip lagu Turbo Lover atau album solo Bon Jovi lewat klip Miracle secara nyata memamerkan kecintaan mereka pada motor, yang kemudian menjadi inspirasi besar bagi pemuda Indonesia di jaman itu. Otomatis, selera fesyen mereka turut terpengaruh; semua merasa pantas jika mengenakan jaket kulit beraksen spike, sepatu engineer boots atau cowboy boots, lengkap dengan kacamata Ray-Ban, korek api Zippo, serta deretan motor legendaris seperti Harley-Davidson, BSA tua, Norton Gopek, AJS, hingga Binter Merzy.
Menariknya, sekitar tahun 1986 hingga 1991, harga satu unit Yamaha RX-King baru berkisar Rp3,5 juta saja, sementara motor Harley WLA yang terurai dalam karung dan dihargai sebagai besi tua kiloan hanya bernilai Rp2,5 juta. Di masa itu, Yamaha XS 650cc paling banter dihargai Rp3 juta dalam kondisi terurai, dan seonggok motor bahkan dibanderol tidak sampai Rp10 juta. Bahkan, motor Ariel 1956 North Hunter 350cc dalam keadaan hidup dan ber-surat lengkap hanya dihargai Rp900.000 saja! Akibat terpaan tren dan arus globalisasi yang masif, motor-motor klasik tadi menjelma menjadi barang mewah berharga selangit di awal tahun 2000-an.
Memasuki rentang tahun 2000 hingga 2018, era globalisasi mencapai puncaknya di mana internet telah bertransformasi menjadi alat komunikasi global. Pada masa ini, generasi 2000-an menyerap informasi begitu cepat sehingga berbagai perubahan tren di belahan dunia lain dapat langsung diadopsi oleh anak muda di Indonesia. Pencitraan motorcycle club dan geng yang dulunya identik dengan kesan seram, lusuh, serta bau, kini telah resmi menjadi masa lalu.
Zaman dulu telah bertransformasi total menjadi zaman now. Kini, tampilan ala bikers mengalami pergeseran fungsi menjadi sebuah gaya hidup modern. Mereka dituntut untuk tampil keren, wangi, memakai tata rambut pomade ala James Dean, fashionable, ganteng secara kolektif, dan yang paling penting: harus Instagramable!
