MERANGKAI ASA DALAM KEBERAGAMAN
By Isfandiari MD

..Bersaudara, berteman pasti mengandung selaksa manfaat. Ini nyata! Siapa sangka, di ujung Oktober dan awal November 2026, gasride.net diajak sowan dua pulau sekaligus-Swarnadwipa Sumatra dan Jawadwipa pulau Jawa. Start dari Jakarta jalan darat lewat jalur Tengah Sumatra menuju Jambi dan gas ke Timur zona Purbalingga….
Etape pertama sudah sajikan banyak kisah seru.”Kita sowan sahabat di sana, wilayah Jambi tepatnya desa Pompa Air wilayah Batanghari sapa kepala desanya bro Mohamat Yasin, ” buka Andreas Bayu Saputro, direktur Garuda Mas Gemilang Group, road captain perjalanan ini. Ia memperkenalkan 3 sohibnya Dimas Wicaksana -Budi Mulyadi Muslim. Mereka semua easy going, teman perjalanan menyenangkan walau menempuh ribuan kilometer bermobil di medan bervariasi. Kadang jalan bumpy, tak rata, bersaing truk kontainer besar juga bus-bus lintas propinsi, skillfull dalam bermanuver beberapa sangat egois . Mobil-mobil kecil terpaksa mengalah jika mereka berhasrat mendominasi jalan.
Journey kami ini berjenis santai dan tak dikejar waktu. Santai dan berkali singgah menikmati makanan khas tempat. Walau dalam kondisi kemarau panjang dan kebakaran hutan dimana-mana, suasana tetap enjoy. Napas agak sesak tetap disyukuri. Di Palembang singgah sejenak dan menyasar pempek paling beken di pusat kota untuk lanjut masuk propinsi Jambi dan masuk di tengah malam. Tipografi kotanya estetis, beberapa bangunan tua desai art deco masih ada berdiri megah bersaing rumah modern mewah, sedang dan bangunan rakyat kebanyakan. Beruntung, saat hang out jumpa motorcyle enthusiast dari klub MMC Outsiders Jambi Chapter di café hotel. Suasana akrab saling tanya kabar berlangsung sambil sesekali hadir topik serius, siapa tahu bisa sinergi gelar riungan bikers di Jambi. Semoga! ”Ini bukan persinggahan utama, sekedar transit sementara. Kita akan lanjut ke Batanghari,” jelas Dimas dan Budi yang selalu terlihat kompak sepanjang perjalanan. Kami juga punya sahabat bari Bro Eka yang ringan langkah mengantarkan kami ke zona hang out yang cozy di seputaran kota Jambi termasuk kunjungan ke Mesjid 1000 tiang-Al Falah yang estetis secara arsitektur. Tak lupa berkunjung ke ikon kota Jambi, Jembatan Gentala Arasy, membentang memotong Sungai Batanghari yang anggung dan megah.




pelesir kota dan menikmati lokasi hiburan, kami ditarik ke zona kabupaten Batanghari yang namanya diambil dari sungai terpanjang di Sumatra. Kotanya tertata rapi, alun-alun dimanfaatkan warga santai melepas penat. Lumrahnya area publik, beberapa kafe tawarkan pesonanya lengkap dengan live band musisi lokal dominan lagu-lagu kekinian yang disukai gen-z. Mumpung disini, kami sempatkan cari info tokoh-tokoh pemuda di sana. Siapa tahu interest diajak hang out dan ngobrol santai dalam beragam topik, mulai persoalan kebudayaan, motivasi anak muda, dinamika dunia pergaulan, musik sampai hal-hal receh sekedar pengundang tawa. Syukurlah dua figur ‘terjaring’ dan respon saat itu. Mereka warga Batanghari tulen, bro Mahpud, S.Pd.i , tokoh Ansor yang pernah jadi sekretaris PKC PMII Jambi dan Hambali Bachtiar. Keduanya berlatar belakang hobi organisasi, anggota Ansor dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), nahdiyin atau anggota Nahdlatul Ulama, ahlus sunnah waljamaah. Mumpung ketemu dan satu frekwensi, topik paling seru seputaran keberagaman, toleransi, kerukunan dan problem kebudayaan juga kepemudaan. Banyak info kesejarahan didapat, sepak terjang tokoh seperti Sultan Thaha Saifuddin, perjuangan Raden Mattaher si Harimau Jambi, Depati Parbo, Srikandi pejuang Ratumas Sina, sampai perjuangan kolonel Abundjani, komanda BKR jambi di era perjuangan. Semuanya terangkum dalam perbincangan santai penuh manfaat. Kami juga berbincang tentang motto daerah ini, Serempak Bak Regam yang intinya ikhwal kekompakan, solid selalu andalkan musyawarah mufakat. Ada juga terkuak bincang paling intens seputar giat Forum Keberagaman Nusantara (FKN) yang dikomandoi ketua umumnnya, Tuanku Alamsyah Arif Rahmansyah Marbun. Mereka terlihat sangat interes untuk bergabung. Penilaian kami, mereka sangat nasionalis religius, dua pribadi inspiratif.
“Mumpung disini kita sowan Bupati Batanghari yuk!” enteng bro Andreas. Dan begitulah, esoknya kita sudan nikmati kopi di ruang kerja Muhammad Fadhil Arief, S.E. Bupati Batanghari didampingi bro Mohamat Yasin, kepala desa Pompa air. Ada kesan khusussaat jumpa kali pertama. Body language-nya santai, tatapan mata tulus dan sangat ramah. Ia jauh dari kesan birokrat yang kaku dan formal. Sosoknya cergas, masih muda, postur atletis, hangat dalam bergaul dan saat berbicara apa adanya, ceplas ceplos terseling humor-canda dan langsung pada inti pembicaraan. Di ruang kerjanya kami banyak berbincang soal kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi warga, efisiensi birokrasi pengalaman pengalaman menarik dalam menjalani hidup. Beliau terlihat sangat akrab dengan para bawahannya termasuk dengan kepala desa Pompa Air bro Yasin. Kepada kepala desa, bupati menanyakan situasi real disana, kabar warga dan kendala-kendala yang dialami. Perbincangan antara Bupati dan kepala desainya terasa tak berjarak, dialog interns masalah kemasyarakatan. Bro Andries juga terlibat diskusi santai terutama tentang memperdayakan sumber daya alam Batanghari untuk kemajuan daerah ini. Mitra bisnisnya dalam perdagangan internasional diharapkan sinergi dengan daerah ini. Terjadi alih teknologi dan potensi sumber daya alam menjadi topik utama. Bupati memberi arahan dan dukungan jika tetap dalam koridor kemanfaatan bagi warganya. Setelah itu kami pamitan dan bupati sudah siap bergeser ke lokasi lain untuk urusan penting. Pertemuan ini sangat berkesan bagi kami, apalagi di Serambi kantor Bupati, adik-adik warga disana sedang berlatih tari, hiburan yang menyenangkan menikmati suasana Batanghari. Dari sana kami diajak keliling memasuki desa Pompa Air, melihat aktivitas masyarakat dan berbincang dengan tokoh masyarakat disana. Potensi desanya x-tra ordinary! Minyak, kelapa sawit, batubara sampai emas. Diharapkan dikelola dengan baik, ada kerjasama internasional dalam koridor utama kemakmuran warganya, bukan eksploitasi semena-mena yang bakal merusak alam. “Memang harus diperjuangkan! Kekayaan alam kita harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Kami tidak menutup diri pada sinergi pihak lain, asal demi kemakmuran bersama, untuk warga Pompa Air,” urai Lek Lasmin, tokoh masyarakat yang sangat vokal membela warganya.
Saat tinggalkan swarnadwipa Jambi dan sekitarnya kami kembali menuju tanah jawa, tak lupa ziarah pada tokoh agama ternama di pelabuhan Merak, Syech Jamaludin atau disapa Syech Putih. Beliau ulama kharismatik abad 19, cucu Syech Maulana Malik Ibrahim salah satu walisongo mulia. Syech Putih adalah pejuang melawan kolonialisme Portugis di Selat Sunda dan berperan penting dalam pembangunan pelabuhan Merak. Alfatihah….
PURBALINGGA…HERE WE COMES!


Zona ini bukanlah tempat biasa! Menjadi magnet penarik kunjungan kesana bersama personel tambahan, sist Rifda Rosalina, komisaris Utama PT Garuda Mas Gemilang Group. Target silaturahmi, tokoh muda Bejo Santosa akrab disapa Mbah Bedjo dan istrinya Nyai Satudamul Khimayah juga kyai Inamudin atau Gus Inam bersama Nyai Atinah Asyirotul Banat, pengasuh pondok pesantren Roudlatul Asmuiyah. Sekalgus kunjungan pabrik Nusantara Natural yang dikomandoi bro Chabib A. Mantan ketua MACI (Motor Antique Indonesia-Purbalingga ini sekarang jadi pengusaha muda yang getol kampanyekan vegetasi alam, tumbuhan endemik nusantara untuk perkerluan pengobatan dan estetika, salah satunya potensi Buah Merah Papua yang dijadikan produk bernama MEORA Cream/Balm.
Silaturahmi Purbalingga tentunya sangat berkesan. Daerah ini termasuk peradaban lama, Purba (dahulu-kuno) dan Lingga (batu-tiang semisal Lingga atau Yoni semasa peradaban Hindu. Disini pernah hidup tokoh-tokoh yang menorehkan sejarah emas Nusantara. Ada Kyai Arsantaka, leluhur para Bupati Purbalingga, salah satu tokoh perang Jawa. Kyai Arsayuda atau Tumenggung Dipayuda III. Atau siapa tak kenal dengan Jendral Besar Soedirman, Usman Janatin anggota korps Angkatan Laut KKO yang gugur sebagai pahlawan nasional, Mayjen Soengkono, tokoh militer penting dalam perang epik 10 November 1945. Atau di dunia pendidikan, mereka memiliki insan mulia Soegarda Porbakawatja yang kontribusinya besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Di kalangan seniman mereka punya Ms Pirngadie, putra desa Pekiringan, Karangmoncol pelukis dan ilustrator legendaris juga seorang etnografer terkemuka.


Habiskan seminggu kurang di sana, banyak pengalaman didapat. Petuah Mbah Bedjo menyoal filosofi Islam, pandangannya pada keragaman terbilang penting. Ia berwejang untuk tetap menjaga kerukunan antaretnis dan agama sekaligus menentang inflitrasi spiritual berkedok nasab yang destruktif. Nyai Satudamul menambahkan beberapa point penting yang sangat bermanfaat. Beliau concern pada peran organisasi keagamaan besar seperti Nahdlatul Ulama untuk tetap pada garis khidmatnya. Tidak melenceng hanya atasdasar kepentingan pribadi dan golongan. Gus Inam dan Nyai Atinah yang tergabung dalam organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia banyak memberi masukan atas perjuangan muasis dahulu, bagaimana syiar mempertahankan adat lelaku kebiasaan lokal yang membuat Islam diterima di Nusantara. Wanti-wanti atas kepentingan nafsu pribadi atas nasab-nasab yang di klaim dan ingin dimuliakan tanpa niat tulus mempertahankan kerukunan antarumat beragama. Mewanti agar kitra tidak tercerabut dalam jatidiri orang Nusantara dalam praktik-praktik ibadah dan bermuamalah. Tetap dalam koridor pesan-pesan Walisongo dalam mempertahankan eksistensi bumi Nusantara.

Pelesir di Purbalingga sangat mengesankan, apalagi kami menginap di Owabong Waterpark tak jauh dari jantung kota. Lansekap kawasan ini sangat asri lengkap dengan penginapan yang nyaman disinggahi wisatawan. Walau masih kangen, sudah saatnya pulang, menjelang siang menuju sore, kendaraan berangkat ke arah Barat dan tak lupa singgah di SPBU viral, KM260B Banjaratma, ruas tol Pejagalan-Pemalang masuk wilayah Brebes. Respect pemerintah setempat yang mempertahankan bangunan asli bekas Pabrik Gula. Seperti turis lokal kebanyakan, disempatkan sesi foto kenangan dan beli oleh-oleh Telur Asin Khas Brebes dalam aneka rasa.
Journey berkesan yang sulit terlupa. Alhamdulillah….
