John Heinrich Detlef Rabe (23 November 1882 – 5 Januari 1950)

The Living Budha Di Mata Warga Cina By Isfandiari MD

John Rabe

….. Dont judge a book by its  cover sangat pas menggambarkan sosok mulia ini.  Dia tercatat anggota parta Nazi yang dikirim ke Cina, partai asuhan Adolf Hitler yang luarbiasa kejam membantai jutaan warga Yahudi atas pertimbangan rasisme. Rabe sebuah anomali, , ialah tokoh yang kerjakeras mendirikan zona aman Nanjing, lindungi warga Cina dari kekejaman militer Jepang yang lakukan genosida disana. Sedikitnya 250.000 warga Nanjing terlindungi, di mata warga Cina, ialah the Living Budha  atas lelaku kemanusiaan itu…..

Geliat kemanusiaan Rabe ada digambarkan dalam beberapa buku. Ambil beberapa semisal, suntingan Erwin Wickert (penyunting). (1998). The Good German of Nanjing: The Diaries of John Rabe, Knopf.  Original German: (1997). Atau John Rabe. Der gute Deutsche von Nanking. Deutsche Verlags-Anstalt, Stuttgart. Disana tergambar sudah bagaimana kiprah pria Jerman ini.Pembantaian warga Nanjingoleg militer Jepang memang tragedkemanusiaan yang tercatat dalam sejarah. Pria,wanita anak-anak dibantai, tak hanya ditembak tapi di tebas katana tentara Jepang dengan kejam. Sosok Rabe memang pas disebut anomali. Ia dikirm Nazi yang notabene teman kekaisaran Jepang ke Cina sebagai kepala senior misi diplomatik. Rasa kemanusiaannya tergugah saat ‘rekan’-nya Jepang bertindak kelewat batas. Dalam memoarnya Der Gute Deutsche von Nanking (terj. The Good German of Nanking) ia menulis,” Sungguh kemalangan yang luar biasa, dan besok adalah Tahun Baru China  (Imlek), hari raya terbesar bagi orang-orang China yang malang! Komite memberikan kamp saya sebuah hadiah tambahan lima dolar untuk membeli rempah-rempah untuk membumbui nasi tahun baru mereka – lima dolar untuk 600 orang! Sayangnya kami tak bisa memberikan lebih dari itu walau uangnya mereka terima dengan rasa syukur. Semua orang juga menerima secangkir beras tambahan dari jatah harian dua cangkir.”

membangun zona aman warga Nanjing atas kekejaman Jepang memang luarbiasa. Peristiwanya sendiri sangat mengugah rasa kemanusiaan. Pengadilan Mililter Untuk Timur Jauh,  (IMTFE), mencatat lebih dari 200.000 orang tewas, bahkan ada catatan lain jumlah terendah  40.000 di kotabitu saja. Digabung dengan yang terjadi di Shanhghai dicatat lebih dari 340.000  orang. Mereka dibantai, dijarah, dibakar dan diperkosa semena-mena dimulai 13 Desember 1937 sampai  Maret 1938. Disini Rabe tergerak, nuraninya berontak dengan ikhtiar menciptakan apa yang disebut Zona Aman Nanjing. Di zona ini tentara Jepang tidak bisa masuk membantai, hasilnya 200.000 nyawa terselamatkan. Padahal disisi tentara Jepang bernafsu membantai lewat perintah keluarga kerajaan Jepang, Pengeran Yasuhiko Asaka, komandan sementara  militer Jepang yang buat perintah membunuh semua tawanan. Setelah perang berakhir, petinggi Jepang diadili atas kejahatan perang dan di eksekusi. Banyak diantaranya gak sempat masuk pengadilan keburu bunuh diri ritual khas Jepang. Pangeran Asaka diberikan kekebalan karena masuk  anggota keluarga kekaisaran dan tidak pernah diadili.

          Bagaimana dengan Rabe? Nasibnya sungguh naas. Walau pejuang kemanusiaan, ia tercatat sebagai anggota Nazi, partai ‘monster’ setelah kalah perang dunia ke dua. Ia terpaksa menjalani denazifikasi (proses formal pembersihan paham Nazi) tahun 1946. Kehidupan keluarganya berubah drastis, tinggal di apartemen sempit menjual  koleksi benda seni China miliknya penyambung hidup. Kabar sengsaranya Rabe di Jerman sampain ke telinga warga Cina tahun 1949. Mereka membalas budi!  Pemerintah China, warga sipil, terutama para penyintas Pembantaian Nanking  yang pernah ditolongnya berbuat sesuatu. Mereka menyumbang 2000 dolar Amerika ditipkan ke walikota Nanjing yang kebetulan berkunjung ke Berlin. Bantuan makanan juga terus mengalir pada keluarganya sebagai rasa simpati dan ujud terima kasih atas kiprahnya pada kemanusiaan. Sang living Budha ini wafat akibat stroke di 5 Januari 1950.

          Godbless you, Rabe!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *