4 PUSAKA PILIHAN SANTRI By Isfandiari MD

Masukan untuk santri: Dunia punya dua tipe orang. Golongan ‘sulit’, energi negatif, cemberut, kelam- gelap, semua disorot serbaribet. Diajak diskusi, muncul variabel kendala ketimbang peluang. Nyinyir, gandrung tema receh. Doyan mencibir- menghina, diajak ngobrol, mendominasi, asyik pada kisah diri sendiri, kenal semua orang, segala tahu, segala pernah, segala punya. Pokoknya superhero unggul! Ada lagi, suka bersikap schadenfreude (happy pada kemalangan orang lain) atau pinjam istilah birokrasi involusi- kaku,formalistik, berbelit-belit, pilih jalan susah ketimbang gampang, cari yang berbelok terjal daripada jalan tol mulus.
Orang kedua, -sayangnya sedikit- Nyaman diajak hang out, selalu berita gembira, hampir jarang mengeluh, semua kepedihan disimpan sendiri, berlaku bisa-biasa aja, banyak mendengar, tersenyum kalau perlu tertawa lepas-humoris. Hidup baginya indah, punya bakat mentertawakan kemalangannya. Gambaran puitisnya -pinjam sajak Ayah Fajar-,.. menangis dalam hujan, puisi Sang Pemakan Bangkai dan Eyang Jayabaya:Bulu-bulu Condor yasng jatuh- Buku Outsiders Kisah Para Panungang Motor). Penggalannya:..Kenapa engkau lebih senang terbang dalam hujan? Karena aku tak ingin terlihat menangis saat hujan…. Mantul!
Modal santri sekarang, diusulkan pilih tipe kedua. Masalahnya orang mulai peka. Ada kurasi nyata saat memilah siapa yang diajak gaul dan cari peluang. Tipe pertama, kemungkinan –kecuali mujur- bakal tersandung-sandung. Ia bakal mentok sana sini, rejeki seret dan susah survive. Akhirnya, terpojok di sudut peradaban, berhalusinasi ujung-ujungnya musnah alias punah. Pesan ini boleh dikhususkan buat generasi fresh yang ada di prime age-nya. Ingat, persaingan makin ketat. Kalaulah gak pada tingkat jenius, anak orang kaya, ganteng-cantik gak ketulungan mereka akan terlindas kejamnya jaman. Faktanya golongan jenius, kaya turunan,ganteng-cantik bisalah survive dengan modal anugrah itu. Untuk orang kebanyakan, jangan harap!
Islam memberi pandangan cara gaul ideal. Rasulullah Muhammad S.A.W.memberi kita 4 pusaka: Hayyin (tidak suka memaki, marah, melaknat, marah , grasa-grusu dan sangat berwibawa), Layyin (lemah lembut, sopan santun, gak suka paksakan pendapat), Qarib (akrab,ramah, senyum, friendy, gandrung sosialisasi-hang out) dan Sahl (anti involusi, ogah schadenfreude, helpfull, solutif, pilih ijtihad ketimbang jumud). Modal-modal berharga ini paling dibutuhkan jaman sekarang.
Keempatnya bisa punya banyak turunan sesuai relevansinya. Gaul di lingkungan pesantren makin harmonis. Saat masuk habitat lain, tidak kikuk, blend in, malah eksis. Berita baiknya, kalangan santri sudah banyak ikhtiar menyoal ini. Banya yang sukses ‘keluar pagar’ di beberapa moment. Sebut saja, event Planet Overheating di Tangerang. Terjadi kolaborasi LPBI NU (Lembaga Penanggulan Bencana dan Perubahan Iklim) dengan komunitas olah raga Zumba dan klub motor choppers. Atau Sahabat-sahabat PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) di Sukoharjo yang pede cetak buku motor berbahasa Inggris pertama berjudul One Nationz Under Outsiders lewat Gunung Koentji Publising. Makin mantul, mereka hadir launching buku itu di Pulau Bali, datangi event motor Anniversary MMC Outsiders ke 37 tahun. Komposisi unik, santri berbaju mahasiswa PMII kolab dengan klub yang dulunya notorious geng motor. Kalau dirunut lagi pastinya banyak, alhamdulillah.
Mereka ini sedikit mempraktikkan hayyin,layyin, qorib dan sahl.Idealnya, terus menular dan mengakar. Jadi viruspun tak mengapa! Selamat hari santri.
Coba tengok kanan-kiri depan belakang. Selaksa serangan datang dari segala sisi. Adab sopan santun santri dianggap lebay! Itu golongan hatters ringan. Untuk yang kelas berat dianggap jahiliyah-primitif-feodal. Tradisi Roan, kerjabakti diakhiri mayoran (makan bersama) dianggap perbudakan. Lantas makin ekstrem dianggap berhubungan erat dengan rubuhnya kontruksi pesantren baru-baru ini-sungguh keterlaluan dan tidak punya empati. Men-counter, head to head wajib bertaktik taktik jitu, strategis dan ilmu dan sikap bijaksana. Salah langkah, bakal makin runyam, pembully merajalela didgaya karena punya bahan baru.
Modal hayyin,layyin,qorib dan sahl bisa jadi solusi. Artinya begini. Para penyerang sama sekali tak punya 4 pusaka ini. Mereka kasar, provokatif, low taste humor, sinis,emosional, tanpa riset, berdasar pesanan,nafsu menghancurkan,tanpa ricek dan banyak energi negatif yang dipikul. Taruhlah melawan dengan jurus yang sama, pastinya hancur lebur. Orang banyak cuma memantau siapa yang terkeras dan yang ter-ngotot. Orang bijak Cina ada keluar pepatah: Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Atau petuah yang mulia Ali Bin Abi Thalib: tidak membuat keputusan saat marah, sabar dan mampu kendalikan diri.
Silakan pilih. Goodluck!

