SINERGI BANGKITKAN EKONOMI UMAT

….Ulama-ulama bijak Bogor dalam organisasi FORMULA sepakat, kolaborasi jadi kunci bangkitnya ekonomi umat. Jadi wajar, mereka bahu membahu bersinergi bersama memberdayakan potensi yang ada di zonanya…..


Pengurus Formula Se-Bogor dan PT Sinergi
“Potensinya besar terutama soal hasil pertanian. Sumberdaya manusia besar, lahan ada tinggal bahu membahu memberdayakan itu,” buka Kyai Cevi Atmaja Wijaya atau akrab disapa Kyai Uce, ketua Pengurus Daerah (PD) Formula Kab. Bogor, Pimpinan Pusat Majelis Istigfat Ar Rahman Indonesia yang juga pendakwah kondang di Jabodetabek. Olah karsa ini menjadi magnet kuat mereka berkumpul dan saling tukar pikiran mengundang pihak lain, Theo Rahmat, direktur utama PT. Sinergi yang bergerak di bidang trading dan konsultan perdagangan, Senin (4 Mei 2026) lalu.
Pertemuan bersejarah ini terjadi di kediaman Kyai Abd. Mutholib, pengasuh majelis Ta’lim Al-Mutolibul Huda yang juga ketua Formula Kecamatan Leuwi Liang, desa Barengkok, Bogor. Dalam moment ini beliau terlihat sumringah karena feedback ulama lainpun besar. Hadir Kyai Angga, ketua Formula Kec. Cibungbulang, Kyai Nadi dari Sukajaya, Kyai Lutfi dari Ciampea, Jaro Nurdin (Jasinga), El Purawan (Tenjo), Kyai Haetami SH (Parung Panjang), Ustad Irvan (Bojong Gede), Nyai Pupu, kabid UMKM dan Perdagangan Kecil, kang Indra (Kabid Pertanian dan Perkebunan), kang Subagio (Wakabid Ekonomi dan Koperasi juga segenap pengurus BKPMS Leuwiliang. Hadir juga Isfandiari MD, wasekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Pertemuan diramu informal, akrab penuh kekeluargaan. Theo Rahmat diberi kesempatan presentasi program pertanian termasuk mencarikan pasar ideal untuk hasil perkebunan wilayah ini. Sesi tanya jawab menjadi seru karena antusias yang besar. “Moga pertemuan ini menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat, terjadi MOU yang pas untuk kelanjutan sinergi,” tutur Kyai Abd. Mutholib didampingi putranya Rizky Darmawan, aktivis muda Islam yang juga staff Perumda Tirta Kahuripan Cabang Parung Panjang. Dalam pertemuan ini dibahasa juga masalah Tenaga Kerja ke Luar Negri, perdagangan retail berbasis Koperasi Pondok Pesantren dan pelatihan santri.
Durasi pertemuan tergolong panjang, mulai sebelum dzuhur, jeda shalat dan makan siang dijamu tuan rumah sampai menjelang maghrib. Para ulama Bogor ini sepakat untuk intens bersinergi dan menghasilkan solusi yang baik demi kemaslahatan umat.
Support and respect, alhamdulillah!

