CUSTOMIZED KEKINIAN MAYORITAS BOLD ON – BARANG LUKS
By Isfandiari MD
Judulnya jadi catatan penting kontes olah karsa builder nasional. “Jaman sudah berubah, kini bold on dan peranti mahal mendominasi kontestan. Bukan lagi geliat hand made dan kreativitas optimal tapi condong kejelian komposisi serasi customizer motor,” nilai Yayank Speed King Garage Bandung, salah satu juri bareng Isf@n, mantan wartawan Motorplus yang kini jadi pengamat modifikasi.


Kompetisi ketat, menguras ketelitian juri. Terjadi moment dramatis, jagoan modif langganan jawara di Big Matic terpaksa tumbang dan turun peringkat. “Komponen mewah, komposisi pas, airline bagus, estetik dan design follow function. Sayang, olinya rembes, terpaksa turun point,” bisik Isf@n pada Yayank. Di kelas FFA ketat dan seru! Choppers ala klasik ol skool mesin cc sedang bersaing dengan gaya café racer, street fighter golongan big bike dan inovasi mesin 4 tak jadi 2 tak. “Jadi kelas menarik karena masih tonjolkan sisi handmade dan kreativitas,” nilai Yayank. Ia masih rasakan optimisme para builder di kelas ini. “Mohon maaf, di kelas lain dominan tonjolkan peranti mahal, bold on mewah dan miskin konsep. Ini masukan lo! Apapun juga kontes harusnya mendewakan kreativitas,” tegasnya. Ia lanjut bicara,” Misalnya kelas racing look, semuanya konsen pada gaya drag untuk tarik perhatian juri. Memang gaya ini catchy bentukan extreme! Tapi racing khan gak cuma itu? Bentukan peradaban café racer atau speedway style tidak dilirik. Padahal itu juga racing look, dan kalau ada peserta tawarkan aternatif begitu, pasti menonjol diantara yang lain dan jadi perhatian juri,” ulas Yayank. Begitu juga di Thai Look, ada peserta ngotot merasa dikalahkan karena motornya lansiran Thailand.”Lha, judulnya Thai Look, jadi bukan soal motor dari Thailand atau bukan, tapi estetetika taste ala Thailand,” Akur kedua juri. Begitu juga kreativitas komponen, sudah langka nyaris punah terobosan historik sok ala girder, springer, gir merangkap cakram, tematik adventure, motor fungsional unik, motor niaga efisien-simpel, pin stripping, springwheel dan banyak lagi. “Kami kangen juga era itu, builder ‘bandel’ dan superkreatif!” komentar 2 juri.


Eventnya sendiri sukses! Ikhtiar Adi Pro merangkul bike enthusiast smooth dengan moment ramadhan. Mulai siang (8 Maret 2026) beberapa acara di Grand Mall Cakung ini sudah digelar. Silaturahmi spriritual digelar lewat santunan 70 anak yatim, tausiah ajengan Junaidi El Marjuki a.k.a Ki Patol, talkshow, ngabuburide, bagi 1000 takjil dan buka puasa bareng. “Jadi ajang silaturahmi brothers and sisters,” sapa Adi, Bos Adi Pro. Event-event mereka mamang selalu disambut antusias! Kali ini hadir 143 peserta kontest, disediakan 10 kelas dan 58 Best Category Modifikasi. Pengunjung luber! Wajar mereka disuguhi freestyler dari Urban Stuntrider Jakarta. Soal lingkungan jadi perhatian juga lewat Charity Show dari Zeneos bertajuk “Melindungi Bumi” kolab dengan Komunitas VIORI (Vario 160 Riders Indonesia). Mereka mengumpulkan sampah disekitar Venue, pengumpul terbanyak diganjar Goodie Bag dan hadiah dari Zeneos. Salut ..support!
Buat yang berburu variasi motor, stand-stand tersedia. Ada Fanchi Indonesia, DND (Delkevic N Deliin) GMA, Tekiro, NGK Spark Plugs, VND, DMG Racing Exhaust, Indomaret, Kapal Api, Iqos. Tak cuma jual beli biasa, di sela-selanya hadir juga lelang dengan harga miring. Adi Pro juga mengucapkan terima kasih untuk para sponsor yang sudah support, Groza, Aitech, Zeneos, Fanchi, Aes, Tekiro, Delkevic, Kyta, DMG Racing Exhaust, 22 Project, Kapal Api, Iqos, Zeneos, RRMF, RSV Helmet, Gigas Helmet, Cargloss, Motul, Respiro dan masih banyak lagi.
Sukses Bro and Sist!

