Di balik senyum hangat dan ketegasannya sebagai pengusaha serta tokoh publik yang juga aktif menjabat sebagai Ketua Umum Moeldoko Center, Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, serta memimpin Perkumpulan Milenial Cinta Budaya (MCB) dan Srikandi Masyarakat Adat Nusantara (SRITA) tersimpan sebuah luka masa lalu yang begitu dalam. Trisya Suherman (Icha Aisyah) memikul kenangan pilu ketika anggota keluarganya, dari sepupu hingga sang paman, harus meregang nyawa serta kehilangan masa depan akibat cengkeraman kelam barang haram narkotika. Dari air mata dan duka personal inilah, sebuah gerakan perlawanan lahir sebagai ikhtiar suci untuk membersihkan Indonesia dari ancaman darurat narkoba.
Panggilan Jiwa: Dari Luka Keluarga Menjadi Gerakan Nasional
Narkoba adalah musuh dalam selimut yang perlahan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa, merenggut akal sehat, dan menghancurkan jutaan harapan keluarga di Indonesia. Menyadari kejahatan ini tidak boleh dibiarkan merajalela, Trisya Suherman mengambil langkah besar dengan menduduki posisi sebagai Ketua Umum Yayasan Perempuan Bersinar Indonesia (YPBI). Ia mewadahi perjuangan kaum hawa untuk berdiri di garis terdepan membentengi keluarga dari bahaya laten narkotika.
Bagi Icha, perempuan memegang peran sentral sebagai benteng pertahanan pertama di dalam rumah. Jika seorang ibu atau perempuan telah terpanggil dan sadar akan bahaya narkoba, maka rantai peredaran gelap ini akan putus mulai dari lingkup terkecil: keluarga.
Menyisir Nusantara: Bersama 81 Pemimpin Perempuan dan Tokoh Nasional Menggebrak Gerakan “Bersinar”
Perjuangan besar tentu membutuhkan barisan yang kokoh. Dengan semangat srikandi, Trisya Suherman menggebrak langkah nyata dengan mengumpulkan 81 pemimpin perempuan inspiratif dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, tokoh masyarakat, hingga aktivis sosial.
Gerakan masif ini turut diperkuat dan dibersamai oleh tokoh-tokoh nasional perempuan, salah satunya adalah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Wakil Ketua Komisi VII DPR RI), yang bersama para pimpinan perempuan lainnya bahu-membahu mengampanyekan hidup sehat bebas dari narkoba di tengah masyarakat, termasuk melalui gerakan Merah Putih Bersinar dan sinergi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Konsolidasi akbar ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah ikrar kebangsaan yang penuh haru. Di hadapan para perempuan tangguh tersebut, gelora penolakan terhadap narkotika digaungkan dengan lantang, menegaskan bahwa bergerak bersama adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan generasi masa depan Indonesia.
Baca Juga : Forum Keberagaman Nusantara (FKN): Benteng Toleransi di Tengah Pluralisme
Sinergi Tanpa Henti dan Harapan untuk Indonesia Emas
Perjuangan membersihkan negeri tentu tidak bisa berjalan sendirian. Di bawah kepemimpinannya, Yayasan Perempuan Bersinar aktif memperkuat edukasi, pencegahan, hingga menyediakan akses rehabilitasi gratis bekerja sama dengan BNN.
Langkah dramatis dan penuh pengorbanan ini membuktikan bahwa cinta kasih seorang perempuan mampu menjelma menjadi kekuatan dahsyat yang menggetarkan. Melalui tangan dingin Trisya Suherman, dukungan tokoh-tokoh nasional, serta barisan 81 pemimpin perempuan hebat di belakangnya, secercah harapan besar kini bersinar terang membawa optimisme bahwa Indonesia kelak mampu terbebas dari jerat narkoba dan berdiri tegak menyongsong masa depan yang gemilang.
