OPINI

ANTARA ISI BENSIN DAN SYI’AR

By Isfandiari MD

Ini nyata, orangnya masih wara-wiri, masih muda dan aktif.  Ia H.Fitrah Dani Ahmad, M.Sos, orang dekatnya menyapa kang Boim. Dia contoh menarik, hidup dalam dua dunia, dijalankan barengan. Sisi pertama, lelaku spiritual ‘isi bensin’ bergiat di kalangan Kyai dan santri. Dia wakil sekretaris GP Ansor Jabar, waketu GP ansor Cimahi, pengurus MUI, ketua Yayasan Darul Huffadz Mubaroka, pengasih pesantren darul Huffadz Cimahi. Apa lagi.., pendiri Darul Huffadz Cendikia Cianjur , jebolan Pesantren Tebu Ireng dan seterusya. Jelas tergambar dia ulama muda, aktivis ormas keagamaan.

Sisi keduanya bernuansa syi’ar.  Sebagai back bone alias tatib klub motor  MMC Outsiders Nationz- ia getol berdakwah. Hampir di setiap event intern klub ia didaulat naik mimbar berikan siraman rohani menggambarkan bahwa Allah itu asyik dan layak dicintai. Objek dakwahnya para bikers heterogen. Ada orang brengsek, sedikit alim atau yang biasa-biasa saja.  Sebagai agamawan, Kang Boim dianggap sukses  hang out, melebur, blend in ala anak-anak motor. Tak berjarak, tanpa sekat.

          Di Nusantara ini banyak Boim-boim lain. Kenapa karakter model begini penting, karena fungsi santri pesantren yang harus bermanfaat bagi orang  lain seperti digambarkan Muadz Bin Jabal, sahabat Nabi Muhammad dari suku Khazraj: “Hendaklah kalian mencari ilmu. Mempelajarinya adalah kebaikan, mencarinya ibadah, mendalaminya adalah tasbih, membahas detail adalah jihad, mencari dengan intens adalah upaya mendekatkan diri pada Allah dan mengajarkannya adalah sedekat.” Atau pepatah populer di kalangan pesantren yang diseriusi orang-orang semacam kang Boim : Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah-‘ilman nafi’an atau ilmu yang bermanfaat.

          Dalam khazanah keilmuan Islam, ada baiknya menyimak pandangan Hadratussyaikh Muhammad Hasyim As’ari yang berikan wejangan bahwa ilmu semata-mata demi tujuan pengabdian. Santri beliau diberikan pedoman moral. Beberapa point penting yakni kebersihan hati, niat yang tulus, getol menimba ilmu sebanyak-banyaknya, kesediaan menerima keadaan apa adanya, menata dan membagi waktu sebaik-baiknya, sikap asketis dan penuh kehati-hatian, termasuk instruksi untuk meninggalkan pergaulan yang tidak bermanfaat. Di tahap awal ini, santri wajib memilih pergaulan yang tepat demi kualitas pembelajaran. Cari teman yang religius, taqwa, bermoral, suka kebajikan dan berperangai baik.

          Setelah cukup barulah beralih ke tahap selanjutnya, giat syiar di kalangan yang urgent diberikan pencerahan. Langkah persuasifnya jelas, tabayyun dan dialog, musyawarah diskusi tanpa menghakimi. Dalam bahasa lugasnya, hang out dan blend in. Modal toleran, santai dan tidak intimidatif tentu perlu, golongan ahlus sunnah wal jamaah paham betul cara ini, termasuk pendekatan budaya dan sosial. Tokoh-tokoh Islam era dahulu sudah mencontohkannya. Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang mengutus Abdullah bin Abbas hadapi kelompok Khawarij ekstrem. Imam Hasan al-Bashri yang sangat gigih membendung pemikiran menyimpang di awal masa Islam,  Walisongo yang bersyiar  lewatpendekatan kultural merangkul masyarakat  era lebih baru tentu yang dilakoni Abah KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdurahman Wahid atau KH. Hamim Thohari Djazuli, yang akrab disapa Gus Miek dan generasi setelahnya.

        Insan-insan mulia ini tentu memiliki bekal yang cukup. Setelah menimba ilmu, penguatan karakter dan bergaul dengan kaum alim, mereka beranjak ke tahap selanjutnya, jalankan syiar menjadi cahaya di kaum yang gelap. Setelah ‘isi bensin’ yang cukup mereka bergegas turun lapangan, bukannya betah di zona nyaman tanpa keinginan mengajak mereka yang tak mendapatkan nur Islam. Jelas tak mudah, para pejuang ini wajib punya ilmu tambahan, melebur di zona gelap punya trik khusus, penuh strategi, kesabaran dan superfleksibel agar bisa diterima. Tanpa itu semua, mereka tetapkan menjadi outsiders dalam arti sesungguhnya. Sekedar dihormati, diterima tanpa membekas di dalam hati.

        Selamat berkiprah para pejuang syi’ar. Support and respect!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *