Opini

BID’AH   DI PIKIRAN OPEN MINDED

By Isfandiari MD

foto By Hafil Pramoedya

Dalam peradaban, secuil yang bantah Nabi Muhammad S.A.W raksasa sejarah dalam pengaruh dan prilaku . Will Durant, penulis, filsuf Amerika barengan istrinya Ariel Durant terbitkan buku The Story Of Civitation 11 volume durasi 1935-1975 menulis, ”Berjuang tingkatkan tahap ruhaniah dan moral suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban karena panas dan kegersangan gurun. Muhammad berhasil lebih sempurna dari pembaharu manapun. Atau komentar seniornya,  Thomas Carlyle penulis era victoria radikal, konservatif- kristen.  Dalam On Heroes and Hero Workship, Nabi  yang lahir setelah 30 generasi Nabi Ibrahim ini menulis : Beliau datang laksana sepercik sinar dari langit, jatuh ke padang pasir kemudian ledakkan butir butir debu yang bakar angkasa sejak Delhi ke Granada. Keduanya tidak beriman, tapi respect. Boleh satu lagi,  Michael H. Hart, astrofisikawan Yahudi-Amerika penulis buku 100:The Rangking Of The Most Influential Person In The World. Walau jadi kontroversi, ia yakin tempatkan nabi di urutan teratas, insan  tersukses dalam peradaban dari sudut agama juga lingkup duniawi. Wajar insan mulia yang wafat  Senin, 12 rabiul awal 11 hijriah ini  jadi panutan semua insan, bahkan non muslim. Peradabanpun dibuka, hukum, tata prilaku, politik, budaya, sains teknologi, jutaaan buku, alim ulama terlahir dari sumber utama Al-Qur’an dan Hadist.

Dan begitulah, kisahpun bergulir, waktu melaju tak bisa distop sampai kiamat. Di durasi itu, keunikan manusia tetap lestari. Orang alim secara zhohir bisa jadi pembangkang, kebalikannya mereka para pembangkang bisa berlaku alim. Diantara keduanya juga  masuk zona abu-abu. Mirip lirik lagi Amnesia dari  band Gigi, manusia kadang fleksibel berubah-ubah. Reminder  liriknya: Pagi beriman, siang lupa lagi / Sore beriman, malam amnesia/ Pagi beriman, siang lupa lagi/Sore beriman, malam amnesia/ dan seterusnya. Keunikan makin kentara  dalam beberapa hal. Paling seru masalah bid’ah! Topik paling hits ikhwal semua yang tak dicontohkan nabi. Perdebatan sesama muslim menyeruak, urusan maulid, urusan tahlil, ziarah kubur sampai ikhwal fashion syar’i atau yang non. Perkara nyekar di kuburan, pasang sesajen, hidupkan dupa dan berentet  lelaku kaum kreatif yang akhirnya dituduh, para modifikator, buat-buat sendiri tanpa contoh, tidak diajarkan. Alim ulama, dai, kyai, gus-gus, ajengan ramai bersilang pendapat, membawa dalil masing-masing. Idealnya perkara ini bisa menohok ke soal yang lebih penting, terkait perilaku atau contoh dari Nabi Muhammad.

Dalam perenungan keluar pikiran lepas bebas. Garis tebalnya bukan bebas ngelos, tapi masih usaha menuju insan yang lebih baik sesuai tuntunan agama. Para open minded  ikhtiar mencapai kondisi ideal soal bid’ah ini. Orang yang cemberut melulu walau ilmu agamanya banyak termasuk bid’ah, karena tak mencontoh nabi yang selalu tersenyum. Orangtua yang  jarang, malah tak pernah ekpresikan rasa sayang secara verbal atau prilaku  pada anak jelas lakukan bid’ah karena nabi sebaliknya. Juragan, bos, petinggi yang seenaknya, intimidasi bawahan, jongos, pembantu jelas-jelas ber-bid’ah. Pemimpin sewenang-wenang, kaum tajir pamer harta, offline atau lewat medsos lakukan bid’ah. Pendakwah konten sarat makian, marah-marah, penuh  kecaman, merasa paling benar juga bid’ah. Faktanya, Nabi santun-lembut kalem  dalam persuasi masukkan nur Islam. Tambahan dalam hubungan sosial, orang alim tapi jelek pelakukan tetangga bisa masuk neraka. Sebaliknya orang awam, ibadah tidak bagus tapi sayang tetangga ada kans masuk surga. Ini  ada di kitab Al-Targhib wa Al -Tarhib karya Imam Al-Mundziri berisi wasiat nabi tentang tetangga. Penguatannya di hadist yang dinukil Abu Hurairah Ra, –Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia memuliakan tetangganya- Bukhari-Muslim yang ada di kitab itu. Semua perintah nabi, dicontohkan nabi pada tetangganya, muslim, nasrani, yahudi, kafir. Jadi jika tak ikuti, mereka kreatif buat perkara baru yang tidak disuruh Al-Qur’an dan sunnah.

          Para open minded keluar dari soal hasanah dan dhalalah berikut juga keluar dari ibadah madghah. Tapi baik juga jadi bahan renungan, walau mungkin yang mereka pikirkan bukan lagi definisi bid’ah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *